Perpustakaan
Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional
PROFIL PERPUSTAKAAN STPN


SEJARAH PERPUSTAKAAN
Gedung Perpustakaan STPN Perpustakaan Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) merupakan satu-satunya perpustakaan Perguruan Tinggi Kedinasan bidang pertanahan terlengkap di Indonesia.
Keberadaan perpustakaan STPN memiliki sejarah panjang yaitu sejak tahun 1963 dengan nama Perpustakaan Akademi Agraria.
Lahirnya Akademi Agraria pada tahun 1963 yang merupakan cikal bakal STPN tidak dapat dipisahkan dengan berdirinya perpustakaan STPN.

PERKEMBANGAN PERPUSTAKAAN
Tahun 1963 perpustakaan STPN mulai berdiri dengan nama Perpustakaan Akademi Agraria sejalan dengan berdirinya Akademi Agraria yang berlokasi di Jl. Kusumanegara 135 Yogyakarta. Kemudian pada tahun 1964 perpustakaan Akademi Agraria dibuka lagi di Semarang yaitu untuk mendukung berdirinya Akademi Agraria Semarang.
Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 34 Tahun 1983 tanggal 16 Juni 1983 Akademi Agraria di Semarang dan di Yogyakarta disatukan menjadi Akademi Agraria Departemen Dalam Negeri dan berkedudukan di Yogyakarta. Sejalan dengan disatukannya Akademi Agraria tersebut, dengan sendirinya perpustakaan Akademi Agraria Semarang juga disatukan dengan perpustakaan Akademi Agraria Yogyakarta.

Ruang baca Perpustakaan STPN Seterusnya tahun 1989 perpustakaan Akademi Agraria dirubah namanya menjadi perpustakaan Akademi Pertanahan Nasional (APN) sejalan dengan dirubahnya nama Akademi Agraria menjadi Akademi Pertanahan Nasional. Kemudian berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 25 Tahun 1993 tanggal 27 Pebruari 1993 tentang pendirian Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional, maka APN ditingkatkan dan diintegrasikan kedalam Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional, dengan sendirinya nama perpustakaan juga ikut berubah menjadi perpustakaan STPN.

FASILITAS GEDUNG
Unit Pelaksana Tugas (UPT) Perpustakaan STPN saat ini menempati bangunan berlantai 3 seluas 576 mē, dengan rincian pemanfaatan sebagai berikut :
• Lantai I, dimanfaatkan untuk Poliklinik, Sekretariat KAPTI Agraria dan Redaksi Buletin Sandi, Koperasi,
   ruang musik, ruang Dharma Wanita, tempat baca koran, dan gudang.
• Lantai II, dimanfaatkan untuk layanan sirkulasi, layanan internet, ruang koleksi, ruang pengolahan,
   dan ruang Kepala Perpustakaan.
• Lantai III, dimanfaatkan untuk ruang referensi, koleksi skripsi, tesis, koleksi CD, ruang rapat,
   ruang audio visual dan gudang.

VISI DAN MISI
Ruang baca Perpustakaan STPN Mewujudkan perpustakaan STPN sebagai pusat layanan informasi dibidang pertanahan yang berbasis teknologi, guna membentuk manusia susila, cakap dan profesional di bidang teknis dan administrasi pertanahan serta meningkatkan pelayanan pertanahan kepada masyarakat sebagai jiwa pengabdian terhadap pemerintah, bangsa dan negara.
Misi perpustakaan STPN adalah menjadi pusat informasi ilmiah dibidang pertanahan dan menjadi sarana penunjang yang handal dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dibidang pertanahan.

TUGAS POKOK
Perpustakaan STPN merupakan salah satu unsur penunjang utama bagi pelaksanaan proses belajar mengajar dan sekaligus sebagai wahana layanan informasi yang berbasis teknologi di bidang pertanahan, dengan tugas pokok sebagai berikut :
• Memberikan layanan informasi bagi sivitas akademika dan masyarakat umum.
• Menekuni, mendalami dan menerapkan teknologi informasi sebagai wahana penyedia informasi bagi
   sivitas akademika dan masyarakat umum.
• Mengembangkan layanan informasi sesuai kebutuhan dan perkembangan teknologi.
• Mengadakan, mengolah, mengembangkan dan memelihara koleksi untuk memenuhi kebutuhan informasi
   bagi sivitas akademika.

Ruang baca Perpustakaan STPN

FASILITAS YANG TERSEDIA
• Ruang baca
• Ruang referensi
• Ruang koleksi asing
• Internet
• Ruang audio visual
• Ruang rapat

JUMLAH KOLEKSI
Jumlah koleksi perpustakaan STPN secara keseluruhan sebanyak 30.488 eksemplar yang terdiri dari bahasa indonesia sebanyak 28.812 eksemplar dan bahasa asing sebanyak 1.676 eksemplar.